Header Ads

Guru dan Pegawai SMAN 1 Monta Desak Inspektorat Audit Kepala Sekolah

Foto: Dok Jerat H. Sulistyo Widodo Kepala SMAN 1 Monta (Kiri)

Bima, Jerat Online -- Kegerahan sejumlah guru dan pegawai terhadap kepemimpinan H. Sulistyo widodo, S.Pd Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Monta semakin menjadi. Pernyataan ini ditunjukkan dengan adanya surat pernyataan bersama yang ditujukan kepada Bupati Bima, Inspektorat dan Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bima yang dibuat tanggal 31 Agustus 2015 lalu.

Warga sekolah geram dengan sikap arogan kepala sekolah yang tidak transparan dalam mengelola keuangan sekolah lebih-lebih setelah adanya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang disinyalir banyak yang disalahgunakan. Sehingga hal inilah yang membuat warga sekolah harus mendesak inspektorat  agar segera mengaudit keuangan sekolah tersebut.

Fahmi Hatib, S.Pd salah satu guru yang dikonfirmasi mengatakan, surat tersebut ditandatangani oleh warga sekolah yang merasa geram atas sikap otoriter yang ditunjukkan oleh kepala sekolah. Lebih-lebih ketika beberapa orang guru senior menghadapat inspektorat dan di sana diperoleh keterangan yang memperkuat kebohongan yang dilakukan oleh kepala sekolah.

Sementara laporan kepala sekolah dihadapan dewan guru mengatakan,  pencairan dana BOS tahap I (satu) tahun 2015 sebesar Rp170 juta.  Dana Rp40 juta digunakan untuk melunasi pengembalian kelebihan BOS tahun 2014 dan Rp15 juta digunakan untuk melunasi pajak dana BOS tahun yang sama. Sementara keterangan inspektorat angka itu sangat jauh dari laporan kepala sekolah, “Uang yang digunakan untuk dua Pos tersebut tidak  lebih dari Rp25 juta, di sini saja kepala sekolah terang-terangan mengelabui guru dan pegawai hingga puluhan juta rupiah,” ketusnya di kantor redaksi Jerat Jumat kemarin.

Sejumlah fakta-fakta lain yang dituangkan guru dan pegawai dalam laporan tersebut antara lain, sejak menjabat sebagai kepala sekolah tanggal 9 Maret 2011 s/d 31 Agustus 2015, H. Sulistyo tidak pernah menyusun program kerja sekolah bersama dewan guru dan pegawai (visi dan misi sekolah, program kerja sekolah hanya direkayasa), kepala sekolah tidak memiliki kemampuan managerial dan leadership sebagai pemimpin sehingga proses KBM tidak dijalankan dengan teratur dan tanpa adanya kedisiplinan dan pengawasan dari kepala sekolah.

Selama kepemimpinannya, kepala sekolah tidak transparan dalam mengelola dana BOS dan diduga ada penyalahgunaan uang sumbangan buku perpustakaan sebesar Rp50 ribu per siswa sejak tahun 2011-2015 dan dana BSM/BKM tahun 2014-2015 tidak dikontrol dengan baik yang berimbas pada tidak adanya siswa yang lolos sebagai penerima BSM/BKM. Bahkan sejak 3 tahun terakhir  rehab ringan tidak pernah dilakukan terhadap ruang kelas maupun ruang guru dan sejak tanggal 28 Januari 2015, H. Sulistyo widodo telah membuat surat pernyatan pengunduran diri sebagai kepala sekolah dan tidak ada realisasinya hingga sekarang.

Berdasarkan fakta-fakta itu perwakilan guru dan pegawai dalam laporannya memberikan penekanan agar Inpsektorat Kabupaten Bima segera mengaudit dana BOS di SMAN 1 Monta periode Januari-Juni 2015  dan meminta  agar Manager BOS SMA tidak memberikan rekomendasi pencairan tahap III  sebelum adanya hasil audit Inspektorat. Sementara kepada Pejabat Bupati Bima warga sekolah berharap agar segera menindaklanjuti surat pengunduran diri H. Sulistyo Widodo sesuai dengan peraturan dan perudang-undangan yang berlaku.


Reporter: Leo

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.